fiction
Kokokan mencari arumbawangi: sebuah dongeng
Novel ini memadukan unsur dongeng, realisme magis, dan kritik sosial secara halus. Cerita dimulai dengan kedatangan seorang anak perempuan misterius—Arumbawangi—dari langit, yang dijatuhkan oleh sekawanan burung kokokan ke kebun bawang milik Nanamama. Ditemukan oleh Kakaputu, gadis itu kemudian diasuh oleh Nanamama dan tumbuh dalam suasana kebersamaan dan harmoni bersama alam. Kehidupan damai mereka terancam ketika seorang pengusaha melirik sawah mereka untuk membangun hotel. Di tengah godaan warga untuk menjual tanah demi keuntungan materi, Nanamama berdiri teguh mempertahankan lahan sebagai simbol identitas dan sumber hidup komunitas. Konflik memunculkan pertentangan antara modernisasi dan nilai tradisional, serta keteguhan melawan kapitalisme lokal. Novel ini juga menyingkap hubungan emosional mendalam antara manusia, lingkungan, dan kekuatan spiritual leluhur yang dirayakan melalui ritual dan ketulusan akar budaya desa. Kisah ini mencerminkan nilai ekofeminisme berdasarkan perspektif tokoh perempuan yang secara simbolis terhubung dengan alam, menolak alih fungsi lahan yang merusak harmoni ekologis. Dengan gaya naratif yang hangat, puitis namun tetap mudah dibaca, Kokokan Mencari Arumbawangi tampil sebagai dongeng pedesaan yang memesona sekaligus peringatan bagi masyarakat agraris agar tidak kehilangan akar budaya dan keseimbangan lingkungan dalam arus pembangunan. Pesan moralnya relevan bagi pembaca lintas usia: menghargai tradisi, menjaga alam, dan tetap berpegang pada prinsip ketika modernitas mengusik jalannya hidup.
Tidak tersedia versi lain