book
Letter Of Credit (L/C) : Pembahasan Khusus UCP 600 Dan Standby L/C
Kasus kredit Rp 1,3 triliun dari Bapindo untuk Golden Key Group sekitar tahun 1996 telah menggemparkan dunia perbankan Indonesia. ""Sindikasi untuk membiayai proyek Golden Key diputuskan dalam bentuk Usance L/C. Saya juga kaget berubah jadi Red Clause L/C"", kata Towil Heryanto, Dirut Bapindo. Hal itu terjadi karena ketidakpahaman bawahan di Bapindo yang dimanfaatkan nasabah. Pada tahun 2003. Bank BNI kebobolan Rp 1,7 triliun melalui pencairan L/C fiktif. Dirut BNI menyatakan tidak mengetahui secara rinci tentang proses pengajuan dan pencairan L/C. Kedua peristiwa ini membuka mata kita akan pentingnya mempelajari Letter Of Credit. Letter Of Credit atau L/C adalah instrumen perbankan yang sangat penting, khususnya dalam perdagangan ekspor impor, yang digunakan untuk menyelesaikan utang-piutang. Oleh karena itu, dalam perdagangan internasional, segala sesuatu yang menyangkut L/C perlu dipelajari secara mendalam. Buku Letter Of Credit secara rinci membahas antara lain mengenai; Arti, peranan, dan jenis L/C serta peraturan yang mendasarinya; Praktik dan kebiasaan kredit berdokumen (UCP 600); Aplikasi pembukaan L/C; Pedoman pemeriksaan dokumen Banker's Trust Company; Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN); Ketetapan Komisi Perbankan Kamar Dagang Internasional; Kredit Siaga (Standby L/C) sebagai kredit khusus; dan Pedoman pemeriksaan dokumen dalam transaksi L/C. Selain itu, juga diberikan lampiran mengenai UCP 600, bill of lading (B/L), dan Incoterms 2000. Buku ini sangat bermanfaat bagi para pimpinan dan karyawan bank, pengusaha yang bergerak dalam bisnis ekspor impor, pejabat negara pada departemen teknis (seperti departemen pertanian, pertambangan, perindustrian, dan perdagangan) dan badan-badan logistik, kepolisian dan kejaksaan, dosen, dan mahasiswa jurusan ekonomi, hukum, perbankan, serta perdagangan internasional pada khususnya juga pengamat dan pelaku bisnis internasional serta masyarakat pada umumnya.
Tidak tersedia versi lain